PANCASILA SEBAGAI FILTER GLOBALISASI



PANCASILA
SEBAGAI  FILTER  GLOBALISASI




Nama                          :  Bagas Ghufron Alfaiz
NIM                            :  12.11.5774
Jurusan                      :  S1 Teknik Informatika
Dosen Pengampu      :  Duto Wijayanto, S.Pd., MA
 
 





STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa karena masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini. Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas Pendidikan Pancasila. Selain itu makalah ini disusun sebagai referensi belajar atau diskusi di lingkungan kelas dan semoga bisa memecahkan masalah yang ada di masyarakat khususnya di kampus STMIK AMIKOM YOGYAKARTA dan umumnya masyarakat Indonesia.

Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada dosen pengampu saya yaitu Bapak Duto Wijayanto, S.Pd., MA dan juga teman-teman yang telah mendukung saya. Diharapkan makalah ini dapat bermanfaat bagi setiap orang yang membacanya, dan dapat meningkatkan pengetahuan bagi kita semua.

Saya menyadari makalah ini masih banyak memiliki kekurangan. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang positif agar dalam menyusun makalah berikutnya menjadi lebih baik dan berdaya guna di masa yang akan datang.



Yogyakarta, 25 September 2012









DAFTAR ISI

Halaman Judul  ……………………………………………………………  1
Kata Pengantar   …………………………………………………………..  2
Daftar Isi   …………………………………………………………………  3
Bab I Pendahuluan
A.     Latar Belakang   ……………………………………………...   4
B.     Rumusan Masalah   …………………………………………...   5
Bab II Isi
A.    Pembahasan   ………………………………………………….  6
Bab III Penutup
A.    Kesimpulan   …………………………………………………..  19
B.     Saran   …………………………………………………………  19
Daftar Pustaka   …………………………………………………………… 20







BAB  I  PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG
Globalisasi merupakan hal yang baik bagi keberlangsungan Republik Indonesia. Tanpa globalisasi kita akan tetinggal dengan bangsa-bangsa yang lain. Tak diragukan lagi bahwa globalisasi adalah hal yang baik. Diantaranya dampak positifnya adalah semakin majunya teknologi di Indonesia dan tak kalah dengan Negara lain. Tapi disamping itu globalisasi juga mempunyai dampak negatif atau efek samping yang buruk bagi rakyat Indonesia. Diantaranya adalah narkoba, hilangnya budaya kita sebagai budaya bangsa Indonesia dan yang lebih parah adalah menganggap segala budaya bangsa barat lebih baik dari pada budaya bangsa Indonesia sendiri.
Maka dari itu diperlukan sebuah filter atau penyaring arus globalisasi yang begitu kencang ini agar tidak semua budaya barat masuk ke indonesisa, agar yang baik dapat diterima dan yang buruk tidak diterima dan lebih baik di buang saja.
Yaitu Pancasila. Sejak dahulu pancasila menjadi pedoman dan cara hidup rakyat Indonesia, begitu kuatnya pancasila mempersatukan bangsa Indonesia. Pancasila merupakan salah filter yang tepat untuk menyaring globalisasi sehingga tidak semua budaya luardapat masuk begitu saja. Tetapi sekarang ini pengertian rakyat mengenai pancasila sudah luntur. Karena tidak adanya pendidikan pancasila lagi di sekolah di negeri ini.



  1. RUMUSAN MASALAH
Globalisasi. Apa itu globalisai? Mengapa harus ada globalisasi? Apa dampak positf dan negatifnya bagi rakyat Indonesia? Bagaimana agar globalisasi tidak melunturukan budaya bangsa Indonesia sendiri?.  Itu adalah pertanyan yang akan dijawab pada makalah ini. Sangat penting untuk menjelaskan masalah ini pada generasi berikutnya agar Indonesia ini semakin maju dan tida semakin mundur atau bahkan hancur.
















BAB  II  ISI

  1. PEMBAHASAN
1.      Pengertian Globalisasi
Globalisasi adalah meningkatnya saling keterkaitan di antara berbagai belahan dunia melalui terciptanya proses ekonomi, lingkungan, politik, dan perubahan kebudayaan. Globalisasi merupakan salah satu hal yang harus dihadapi  oleh berbagai bangsa di dunia, termasuk Indonesia. Sebagai anggota masyarakat dunia, Indonesia pasti tidak dapat dan tidak akan menutupi diri dari pergaulan internasional, karena antara negara satu dan negara lainnya pasti terjadi saling ketergantungan.
Adapun peristiwa-peristiwa dalam sejarah dunia yang meningkatkan proses globalisasi antara lain:
·         Ekspansi negara-negara Eropa ke belahan dunia lain.
·         Munculnya kolonialisme dan imperialisme.
·         Revolusi industri yang dapat mendorong pencarian barang hasil produksi.
·         Pertumbuhan kapitalisme, yaitu sistem dan paham ekonomi yang modalnya  bersumber dari modal pribadi atau modal perusahaan swasta dengan ciri persaingan dalam pasaran bebas.
·         Meningkatnya telekomunikasi dan transportasi berkat ditemukannya telepon genggam dan pesawat jet pasca Perang Dunia II.

Faktor-faktor pendorong globalisasi antara lain:
·         Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
·         Diterapkannya perdagangan bebas.
·         Liberalisasi keuangan internasional.
·         Meningkatnya hubungan antar negara.
Tujuan globalisasi ada tiga macam, yaitu:
·         Mempercepat penyebaran informasi.
·         Mempermudah setiap orang memenuhi kebutuhan hidup.
·         Memberi kenyamanan dalam beraktifitas.
Globalisasi memiliki arti penting bagi bangsa Indonesia, yaitu kita dapat mengambil manfaat dari globalisasi dan menerapkannya di Indonesia. Manfaat globalisasi antara lain kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, mempermudah arus modal dari negara lain, dan meningkatkan perdagangan internasional.
Globalisasi memiliki nilai-nilai positif namun juga memiliki nilai-nilai negatif. Untuk menyaring nilai-nilai negatif maka kita harus berpedoman pada nilai-nilai Pancasila, karena nilai-nilai Pancasila sesuai dengan situasi dan kondisi bangsa Indonesia. Jika kita mengambil nilai-nilai negatif globalisasi, maka yang akan terjadi adalah kaburnya jati diri bangsa Indonesia dan masuknya kebiasaan-kebiasaan yang buruk.




2.      Dampak Globalisasi Bagi Indonesia
Berikut adalah beberapa contoh dampak globalisasi diberbagai bidang:
A.    Globalisasi Bidang Sosial Budaya
1)        Dampak Positif
Dampak positif globalisasi bidang sosial budaya :
·       Meningkatkan pemelajaran mengenai tata nilai sosial budaya, cara hidup, pola pikir yang baik, maupun ilmu pengetahuan dan teknologi dari bangsa lain yang telah maju.
·       Meningkatkan etos kerja yang tinggi, suka bekerja keras, disiplin, mempunyai jiwa kemandirian, rasional, sportif, dan lain sebagainya.
2)        Dampak Negatif
Dampan negatif globalisasi bidang sosial budaya :
·       Semakin mudahnya nilai-nilai negatif budaya barat masuk ke Indonesia baik melalui internet, media televisi, maupun media cetak yang banyak ditiru oleh masyarakat.
·       Semaikin memudarnya apresiasi terhadap nilai-nilai budaya lokal yang melahirkan gaya hidup berikut ini.
Individualisme : mengutamakan kepentingan diri sendiri
Pragmatisme : melakukan suatu kegiatan yang menguntungkan saja
Hedonisme : Paham yang mengutamakan kepentingan keduniawian semata
Primitif : sesuatu yang sebelumnya dianggap tabu, kemudian dianggap sebagai sesuatu yang biasa/ wajar
Konsumerisme : pola konsumsi yang sudah melebihi batas
·       Semakin lunturnya semangat gotong-royong, solidaritas, kepedulian, dan kesetiakawanan sosial sehingga dalam keadaan tertentu/ darurat, misalnya sakit, kecelakaan, atau musibah hanya ditangani oleh segelintir orang.

B.     Globalisasi Bidang Hukum, Pertahanan, dan Keamanan
1)   Dampak Positif
Dampak positif globalisasi bidang hukum, pertahanan, dan keamanan :
·       Semakin menguatnya supremasi hukum, demokratisasi, dan tuntutan terhadap dilaksanakannya hak-hak asasi manusia.
·       Menguatnya regulasi hukum dan pembuatan peraturan perundang-undangan yang memihak dan bermanfaat untuk kepentingan rakyat banyak.
·       Semakin menguatnya tuntutan terhadap tugas-tugas penegak hukum yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel.
·       Menguatnya supremasi sipil dengan mendudukkan tentara dan polisi sebatas penjaga keamanan, kedaulatan, dan ketertiban negara yang profesional.



2)   Dampak Negatif
Dampak negatif globalisasi bidang hukum, pertahanan, dan keamanan :
·       Peran masyarakat dalam menjaga keamanan, kedaulatan, dan ketertiban negara semakin berkurang karena hal tersebut sudah menjadi tanggung jawab pihak tentara dan polisi.
·       Perubahan dunia yang cepat, mampu mempengaruhi pola pikir masyarakat secara global. Masyarakat sering kali mengajukan tuntutan kepada pemerintah dan jika tidak dipenuhi, masyarakat cenderung bertindak anarkis sehingga dapat mengganggu stabilitas nasional, ketahanan nasional bahkan persatuan dan kesatuan bangsa.

C.     Globalisasi Bidang Ekonomi Sektor Perdagangan
1)   Dampak Positif
Dampak positif globalisasi bidang ekonomi sektor  perdagangan :
·       Liberalisasi perdagangan barang, jasa layanan, dan komodit lain memberi peluang kepada Indonesia untuk ikut bersaing merebut pasar perdagangan luar negeri, terutama hasil pertanian, hasil laut, tekstil, dan bahan tambang.
·       Di bidang jasa kita mempunyai peluang menarik wisatawan mancanegara untuk menikmati keindahan alam dan budaya tradisional yang beraneka ragam.

2)   Dampak Negatif
Dampak negatif globalisasi bidang ekonomi sektor perdagangan :
·       Arus masuk perdagangan luar negeri menyebakan defisit perdagangan nasional.
·       Maraknya penyelundupan barang ke Indonesia.
·       Masuknya wisatawan ke Indonesia melunturkan nilai luhur bangsa.

D.    Globalisasi Bidang Ekonomi Sektor Produksi
1)   Dampak Positif
Dampak positif globalisasi bidang ekonomi sektor produksi :
·       Adanya kecenderungan perusahaan asing memindahkan operasi produksi perusahaannya ke negara-negara berkembang dengan pertimbangan keuntungan geografis (melimpahnya bahan baku, areal yang luas, dan tenaga kerja yang masih murah) meskipun masih sangat terbatas dan rentan terhadap perubahan-perubahan kondisi sosial-politik dalam negeri ataupun perubahan-perubahan global, Indonesia memiliki peluang untuk dipilih menjadi tempat baru bagi perusahaan tersebut.



2)   Dampak Negatif
Dampak negatif globalisasi bidang ekonomi sektor produksi :
·       Perusahaan dalam negeri lebih tertarik bermitra dengan perusahaan dari luar. Akibatnya kondisi industry dalam negeri sulit berkembang.
·       Terjadi kerusakan lingkungan dan polusi limbah industri.
·       Suatu perusahaan asing memindahkan usahanya keluar negeri mengakibatkan PHK tenaga kerja dalam negeri.

E.     Globalisasi Dalam Bidang Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi
1)   Dampak Positif
Dampak positif globalisasi bidang ilmu pengetahuan dan teknologi :
·      Ditemukannya obat-obatan dan teknologi dalam kedokteran akan membantu banyak manusia dalam hal kemanusiaan.
·      Dalam bidang biologi daam hal biotic, banyak membantu kemjuan para petani memaksimalkan produk pertanian dan peternakan.
·      Ditemukannya alat-alat canggih yang kemudian membuat yang jauh seolah-olah terasa dekat
2)   Dampak Negatif
Dampak negatif globalisasi bidang ilmu pengetahuan dan teknologi :
·      Ditemukannya bahan peledak dan bom atom yang digunakan dalam peperangan.
·       Senjata kimia dan biologis yang sangat mengerikan jika digunakan dalam pemusnahan manusia karena perang.

F.      Globalisasi Dalam Bidang Politik
1)   Dampak Positif
Dampak positif globalisasi bidang politik :
·      Globalisasi memudahkan manusia dalam berhubungan, termasuk dalam menjalin kerja sama dalam bidang diplomatic dengan Negara-negara lain. Hal ini dimungkinkan karena kerja sama, baik dalam perdagangan maupun dalam politik mampu membuat negeri kita dikenal oleh bangsa lain dengan lebih baik.dengan adanya kunjungan dan komunikasi baik langsung maupun tidak langsung, mampu mempererat hubungan antara dua Negara atau lebih.

2)   Dampak Negatif
Dampak negatif globalisasi bidang politik :
·      Negara tidak lagi dianggap sebagai pemegang kunci dalam proses pembangunan. Para pengambil kebijakan publik di negara sedang berkembang mengambil jalan pembangunan untuk mengatasi masalah sosial dan ekonomi. Timbulnya gelombang demokratisasi ( dambaan akan kebebasan ).

G.    Pengaruh Globalisasi Terhadap Nilai-nilai Nasionalisme
1)   Dampak Positif
Dampak positif globalisasi terhadap nilai-nilai nasionalisme :
·      Dilihat dari globalisasi politik, pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis. Karena pemerintahan adalah bagian dari suatu negara, jika pemerintahan djalankan secara jujur, bersih dan dinamis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat. Tanggapan positif tersebut berupa rasa nasionalisme terhadap negara menjadi meningkat.
·      Dari aspek globalisasi ekonomi, terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara. Dengan adanya hal tersebut akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang menunjang kehidupan nasional bangsa.
·      Dari globalisasi sosial budaya kita dapat meniru pola berfikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa.

2)   Dampak Negatif
Dampak positif globalisasi terhadap nilai-nilai nasionalisme :
·      Globalisasi  mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup kemungkinan berubah arah dari ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme. Jika hal tesebut terjadi akibatnya rasa nasionalisme bangsa akan hilang
·      Dari globalisasi aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri (seperti Mc Donald, Coca Cola, Pizza Hut, dll) membanjiri di Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia.
·      Mayarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat.

3.      Pancasila Sebagai Pedoman Dalam Menghadapi Globalisasi
Pancasila :
1)      Ketuhanan yang maha esa
2)      Kemanusiaan yang adil dan beradab
3)      Persatuan Indonesia
4)      Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan peradilan
5)      Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Kata PancaSila pertama kali dikemukakan oleh Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 dalam pidato spontannya yang kemudian dikenal dengan judul ‘Lahirnya Pancasila’.di dalam Ketetapan MPR no II/MPR/1978 tentang Ekaprasetia Panca karsa menjabarkan kelima asas dalam Pancasila menjadi 36 butir pengamalan . darike-36 butir tersebut terdapat beberapa butir yang perlu dikritisi lebih lanjut, diantaranya:
Sila Pertama, tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain. Yang karena pada butir tersebut dijelaskan bahwa agama yang diyakini di Indonesia harus pula dihargai dan tidak di “minoritaskan” sekalipun di Indonesia terdapat golongan agama yang “mayoritas”.
Sila kedua, yang dalam bunyinya “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”, dimana di dunia Internasional pun mengenai penjagaan Hak Asasi Manusia sangat dijunjung tinggi, lalu marilah kita bersama menghormati, dan memanusiakan manusia dengan adil sebagai insan yang beradab.

Sila ketiga, menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. Bagaimanapun politik yang menguasai negara ini, bagaimanapun kepentingan golongan yang mereka bawa, diharapkan dapat benar-benar mewakili kepentingan nasional negeri ini. Mari kita fikirkan baik-baik, bagaimanapolitik harus sejalan dengan nasionalisasi di negeri ini, sehingga menghasilkan politikus yang juga seorang negarawan yang nasionalis.
Sila keempat, memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan permusyawaratan. Apa yang terjadi sekarang ini merupakan kebalikannya. Kini masyarakat cenderung tidak mempunyai rasa kepercayaan terhadap pemimpin yang dipilihnya sendiri. Saling mencurigai yang tidak akan menjadi jalan keluar untuk negeri ini, belajarlah mencurigai diri sendiri, mungkin saja suatu saat nanti di pundak kita lah tonggak kepemimpinan harus ditegakkan dan dijaga amanahnya.
Sila kelima, mengenai menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. Namun sering kali terlihat bahwa lebih banyak orang yang lebih dahulu menuntut haknya daripada melakukan kewajibannya. Lebih parahnya lagi, apabila hak tersebut sudah didapatkan, mereka kemudian melupakan kewajiban yang seharusnya mereka laksanakan.
Nilai Pancasila sebagai pedoman kehidupan bangsa sangat bergantung pada pembudayaan Pancasila dari generasi ke generasi secara berkesinambungan. Pembudayaan Pancasila bersifat wajib bagi: (1) para penyelenggara Negara agar mereka menjadi tauladan dalam pengamalan dan pengamanan nilai Pancasila; (2)Semua partai politik sebagai salah satu pilar demokrasi, dan organisasi masyarakat wajib melaksanakan pembudayaan Pancasila bagi pengurus dan anggotanya; (3) Masyarakat pers dan dunia usaha sebagai pilar penting dalam pembangunan kemandirian bangsa wajib melaksanakan pembudayaan Pancasila bagi pengurus dan anggotanya; (4) Seluruh warga negara yang dilakukan metode edukasi dalam arti luas, kontekstual, inovatif, partisipasi aktif, yang berakar pada kearifan lokal dan budaya nasional, sejak dari PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) sampai perguruan tinggi, di lingkungan keluarga, dan masyarakat. Pembudayaan Pancasila harus terstruktur, terencana dan berkelanjutan. Pembudayaan nilai Pancasila dahulu sudah sangat baik dilakukan, dengan adanya P4, kini pembudayaan itu mengalami inkonsistensi. Nilai-nilai kebaikan Pancasila diajarkan dengan setengah hati dan tanpa keteladanan.
Memasuki era globalisasi nilai Pancasila bahkan hampir bertolak belakang dengan karakter bangsa Indonesia, terutama dikalangan generasi muda. Untuk itu, diperlukan upaya pembudayaan Pancasila kepada generasi muda agar bangsa Indonesia dapat mengatasi berbagai persoalan yang ada dengan karakter bangsa yang kuat dan akan mampu mempertahankan kesatuan bangsa dan Negara.
Pembudayaan nilai-nilai Pancasila di kalangan warga negara muda saat ini dapat dilakukan melalui proses pendidikan. Pendidikan yang tepat adalah pendidikan tentang Pancasila yang dapat dilakukan oleh Pendidikan Kewarganegaraan. Namun demikian, karena muatan materi Pancasila dalam PKn belum mencakup keseluruhan kompetensi tentang Pancasila sebagai dasar dan idologi bangsa, maka, Pendidikan Pancasila sebagai mata pelajaran/mata kuliah yang khusus membahas Pancasila dibelajarkan lewat mata pelajaran/mata kuliah khusus Pendidikan Pancasila.
Kemudian melalui organisasi positif seperti BEM, dll. Dengan bergabung aktif dalam organisasi kemahasiswaan yang bersifat intra ataupun eksra kampus berefek kepada perubahan yang signifikan terhadap wawasan, cara berpikir, pengetahuan dan ilmu-ilmu sosialisasi, kepemimpinan serta menajemen kepemimpinan yang notabene tidak diajarkan dalam kurikulum normative Perguruan Tinggi. Mahasiswa akan senantiasa terus berinteraksi dan beraktualisasi, sehingga menjadi pribadi yang kreatif serta dinamis dan lebih bijaksana dalam persoalan yang mereka hadapi.
Pancasila pada dasarnya mengajarkan kita agar selalu mempunyai sikap toleransi dan positive thinking dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, marilah menumbuhkan dan merealisasikan nilai-nilai Pancasila dimulai dari diri kita sendiri, dan membentengi diri kita dari hal-hal yang dapat meredupkan nilai Pancasila yang sudah tertanam dalam jiwa kita, tanpa batas waktu.
Dan karena Pancasila adalah tonggak negeri ini yang hanya akan menjadi sejarah jika tidak dikokohkan oleh para pemuda.






BAB III PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Bangsa dan negara Indonesia tidak bisa menghindari akan adanya tantangan globalisasi, dengan menjadikan pancasila sebagai pedoman dalam menghadapi globalisasi bangsa Indonesia akan tetap bisa menjaga eksistensi dan jatidiri bangsa Indonesia.
Marilah kita menjaga ideologi pancasila agar selalu tertanam dalam sanubari rakyat Indonesia. Mulailah dari diri kita sendiri, orang-orang terdekat kita, teman-teman, keluarga dan masyarakat luas. Untuk diri kita sendiri, untuk hidup yang lebih baik, untuk seluruh rakyat Indonesia, untuk bangsa Indonesia, untuk Indonesia tercinta, untuk Indonesia dan untuk Indonesia.

B.     SARAN
Indonesia adalah bangsa yang ramah, tetapi tidak harus ramah pada budaya yang tidak baik yang menjadikan diri kita tidak menjadi diri kita yang sebenarnya. Ayo kita lawan kebiasaan ini. Mulai dari satu titik diri menuju bangsa yang lebih maju dan sejahtera. Yaitu dengan mempelajari dan mengamalkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam pancasila di kehidupan sehari-hari. Maka tanpa kita sadari banga ini akan maju dengan sendirinya tanpa harus khawatir lagi kehilangan jati diri sebagai rakyat Indonesia, sebagai bangsa Indonesia.



DAFTAR PUSTAKA







0 komentar:

Poskan Komentar